Tuesday, 22 November 2016

Informasi tentang VISA UMROH

Arti Visa

Untuk memasuki sebuah Negara tertentu tentunya kita harus punya IZIN. Nah, izin inilah kemudian kita pahami sebagai VISA.
“VISA adalah Dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara yang memberikan sesorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu”
untuk umroh sendiri, negara Saudi Arabia mengharuskan Warga Negara Indonesia (WNI) Pemegang paspor RI yang hendak datang ke negaranya, untuk mendapatkan VISA UMROH. Untuk tujuan kita berumroh ke tanah suci Makkah dan Madinah yang berada di Negara Saudi Arabia, maka kita harus mengurus VISA UMROH. DI RabbaniTour, VISA UMROH ini kami yang mengatur dan mengurusnya.
Jika Anda ingin tahu apakah Visa itu gratis? tentunya tidak, harganya bervariasi, tergantung Negara dan Waktu dan beberapa faktor lainnya. Biaya visa ini sudah termasuk dalam paket umroh Rabbani.

Biaya visa untuk umroh 


Biaya perizinan / Visa untuk Umroh sendiri dimulai dari harga $75, bisa mengalami kenaikan. terutama ketika akan memasuki bulan Ramadhan, harga Visa bisa naik sampai $300.

Syarat mendapatkan Visa Umroh

untuk mendapatkan Visa Umroh tidaklah terlalu sulit, tetapi peserta umroh wajib mempersiapkan hal-hal berikut ini :
  1. Pasport Asli yang masih belaku minimal 6 bulan. Dengan nama minimal 3 Suku kata. Jika Nama anda hanya mempunyai 2 suku kata bisa diakali dengan membagi 2 salah satu nama, atau memakai Bin/binti + nama orang tua.
  2. KK dan Buku Nikah Asli bagi suami istri
  3. Akte Lahir bagi anak di bawah usia 17 thn
  4. Pasfoto terbaru, background berwarna putih, tampak wajah 80%, 6 lembar ukuran 4 x 6.
  5. Kartu Kuning Meningitis
  6. Jamaah Wanita yang berusia dibawah 45 tahun wajib untuk didampingi suami atau Mahramnya, apabila tidak didampingi, maka diwajibkan untuk melengkapi diri dengan surat Mahram. Sedangkan untuk jamaah wanita yang berusia diatas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami atau mahramnya cukup menyertakan KTP ASLI saja.
  7. Dokumen selambat-lambatnya diterima 3 Minggu sebelum keberangkatan

Sunday, 13 November 2016

Menginap di Bandara Haneda bersama anak-anak

Penerbangan kami sampai tengah malam di Tokyo setelah mencari info ternyata sudah tidak ada kereta yang beroperasi dan hotel sekitaran bandara harganya lumayan akhirnya kami memutuskan untuk tidur di Bandara selama beberapa jam saja dan keesokan harinya kami akan pergi dengan kereta paling pagi menuju apato yang telah kami sewa di daerah Asakusa. 

Berikut tips menginap di Bandara Haneda dengan anak-anak 
  1. Komunikasikan sebelum berangkat kepada anak-anak tenyang semua jadwal perjalanan bahkan libatkan mereka dalam menyusun jadwal.
  2. Jangan lupa membawa stroller yang bisa posisi tidur 
  3. Cari tempat duduk untuk tidur  yang dekat toilet dan listrik untuk mencharge ponsel (hukumnya wajib ponsel dan wifi hidup selama di Jepang) 
  4. Jika akan ke toilet jangan lupa untuk selalu menitipkan 'tempat tidur' kita kepada teman atau simpan tas ke atas kursi agar tempat tidak direbut orang. Pengalaman banget nih saat kami ke minimart, dan kembali tempat duduk kami sudah ditempati orang lain. 
  5. Untuk membeli makanan ada di lantai 1 , ada beberapa snack halal dan makanan .berat. yang dapat dimakan hanya mie vegetarian. 
  6. Di bandara Haneda ada mushola (alhamdulillah) , tempatnya sangat nyaman tapi kita tidak diperbolehkan untuk tidur disana beberapa menit sekali petugas keamanan pasti melakukan cek. Kalau saya lumayan untuk meluruskan pinggang tetap menggunakan mukena jika ingin selonjoran sebentar jika petugas datang baru ambil posisi duduk.                                                 
Mungkin utk sebagian orang ini terlihat seperti menyiksa anak, tapi 'tidur' di bandara itu sebenarnya hal yg biasa dilakukan bagi para traveller. Jika kita transit di bandara besar yg hanya bbrp jam dan tidak memungkinkan utk menginap di hotel ya kita cukup menunggu saja di bandara.
Sebelumnya 3H pernah tidur di bandara Dubai dan Riyadh ketika sedang transit sekitar 5-6 jam.  Bahkan pernah tidur di stasiun Gubeng ketika akan menunggu kereta dari Banyuwangi.
Alhamdulillah mereka gak pernah rewel, bahkan yg paling lucu hanif bagaimana pun tempatnya bisa tertidur pulas.

Belajar enak mah gampang,  yg susah belajar tidak enak 😁😁😁😁