Saturday, 11 June 2016

Haura goes to Hongkong

Belajar dari Haura

Rencana kepergian Haura ke Hongkong bersama Nenek, Kakek, Tante dan sepupu2nya sudah direncanakan dari bbrp bulan sebelumnya. Ini akan jadi pertama kalinya Haura berpisah dari kami, sejak lahir Haura selalu bersama kami tidak pernah terpisah sedikitpun.





Dannn episode menegangkan itu dimulai, setelah sampai Jakarta dengan selamat utk pergi ke Hongkong keesokan paginya.
Lalu tibatiba #jengjeng jam 7 malam baru teringat kalau paspornya ketinggalan di Berau :'(
Yes ketinggalan bukan krn lupa gak dimasukin tas tapi benerbener gak inget itu paspor kudu dibawa sodarasodara.

Sudah tidak ada lagi penerbangan dari Berau, kalau begini rasanya keinginan keluar pindah dari Berau tibatiba meningkat tajam. Kenapa sih harus tinggal di Berau yg jauh kemanamana. Ughh seandainya di Balikpapan mungkin penerbangan masih ada, atau ugh kenapa baru ingat jam 7 malam padahal sampai Jakarta jam 12 siang dan ada penerbangan jam 5 sore, belum lagi penyesalan orang2 sekitar yang berusaha ingin mengingatkan soal paspor  tapi tidak terucap.

I feel like a stupid mom in the world :-(

Malam itu dengan berhati-hati saya ajak Haura ngobrol berdua

"Kak , ada yang mau mam obrolin"

"Aku tau ko mam, pasporku ketinggalan kan jadi besok aku gak bisa pergi ke Hongkong"
(bicara dengan muka biasa saja)

"Maafin mamam sama papap yaa kak, sampai lupa bawa paspor"

"Gapapa ko, iya kumaafin"

(Heran nih anak ko biasa aja gak ada rasa gimanaaaa gitu)

"Kakak gak sedih atau gimana gitu?"

" Sedih sih iya, tapi kan mamam pernah bilang segala sesuatu yg kejadian itu pasti udah atas seijin Allah"

Huaaaaaaa.... Langsung peluk n nahan nangis deh denger jawabannya....

Begitulah anak-anak dengan ketulusan dan kepolosannya. Mau menyesal bagaimanapun ya sudah terjadi, tapi hal ini bisa dijadikan pelajaran penting dan pengingat ke depannya.

Next InsyaAllah suatu saat nanti kita ke Hongkong bareng adik-adik yaa kak (nunggu tiket promo cencunya :-P )

Haura guru kecil pertama kami <3

1 comment: