Tuesday, 7 June 2016

Catatan Family Umroh Backpacker... Part 4

Rasanya berat sekali meninggalkan Madinah, saya sampai bertekad suatu saat nanti jika ada umur dan rezeki ingin sekali kembali kesini.
Setelah mengambil miqot kami melanjutkan perjanan ke Mekah, sepanjang perjalanan mengumandangkan kalimat talbiyah. Rasanya mengharu biru, tidak terasa air mata menetes. Rasanya percaya tidak percaya telah menjadi salah satu umat yg terpilih untuk menunaikan ibadah umroh.






Oiya jangan lupa untuk membawa selimut/jaket krn AC bis dingin sekali, apalagi Hanif yang hanya memakai kain ihram.

Sesampainya di Mekah kami menyimpan barang sebentar lalu segera melanjutkan ke Masjidil Haram. Ketika pertama kali melihat kabah saya hanya bisa menangis dan tertegun tidak berhenti mengucapkan syukur. Kami langsung melakukan tawaf bersama rombongan, saya menggendong Hasya dan menggandeng Haura lalu Hanif bersama papapnya. Hanif sempat kecapean dan digendong selama 3 putaran, saat itu saya melihat papap begitu kelelahan tapi kami tetap semangat begitu juga Haura.
Setelah tawaf kami melakukan sai dari bukit Shofa ke Marwah, saat sai anak-anak senang sekali bahkan berlarilari. Saya hampir menyerah tapi mereka menyemangati "ayo mam, semangat" dan Hasya sukses tidur dari awal tawaf sampai akhir sampai di hotel.

Ketika akan cari jalan keluar untuk pulang

Beginilah suasana kami sesaat.sesudah sai 



No comments:

Post a Comment