Monday, 6 June 2016

Catatan Family Umroh Backpacker... Part 3




Madinah kota yang sejuk dan tenang, anak-anak sangat nyaman dan menikmatinya. Alhamdulillah tidak ada kesulitan berarti, Haura dan Hanif sudah terbiasa bangun dini hari utk.pergi ke masjid nabawi untuk shalat tahajud lalu lanjut shalat shubuh.

Suasana shubuh disana sangat indah MasyaAllah.

Untuk makan kami memang mengambil paket catering 1x makan seperti biasa kami suka sekali explore makanan khas daerah yang kami kunjungi. Kebetulan di Madinah perbekalan makan masih banyak, saya lebih sering memasak.


Kunci dari umrah bersama anak-anak adalah pembagian tugas anatara ayah dan ibu. Kalau punya suami yang cuek gak mau tau urusan anak dan domestik mah sebaiknya jangan ya.
Raudhah atau Taman Syurga terletak di dalam Masjid Nabawi, merupakan tempat yg memiliki keutamaan lebih. Tempat yang sangat mulia tersebut merupakan tempat Rasulullah SAW beribadah, memimpin.shalat, menerima wahyu, teriring pula tentunya ibadah para sahabat nan sholeh.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:
Antara mimbarku dan rumahku merupakan taman dari taman-taman syurga” (HR. Al Bukhari & Muslim)

Lokasi Raudhah merupakan bagian dari shaf laki-laki, dan hanya terbuka untuk perempuan di jam jam tertentu. Saat Dhuha dan setelah sholat dzuhur.

Apa sih keistimewaan Raudhah Jannah atau Taman Syurga ini ?

Apa sih keistimewaan taman syurga ini sehingga semua orang berebut kesana ?? Kenapa lokasi berukuraan 22 X 15 m yang cuma muat menampung beberapa puluh jamaah itu, diminati oleh ribuan jamaah ??

Jawabannya karena Raudhah yang bersebelahan dengan makan Nabi Muhammad didalam komplek Masjid Nabawi Madinah ini karena merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa. Apapun doa yang dipanjatkan disana insya Allah dikabulkan.

Berkah membawa anak-anak saat umrah sangat saya rasakan disini berbeda dengan papap yang menyerah akhirnya pulang ke hotel krn Hanif tertidur.

Para askar sangat suka sekali dengan Hasya, beberapa kali ketika mengantri.saya selalu dipersilahkan duduk di depan disediakan kursi dan hasya diberikan makanan ringan yg berlimpah. Begitupula dengan Haura yg berkesempatan shalat dengan leluasa.di Raudhah bahkan ketika kami akan pulang Haura.diajak kembali masuk dan melihat rumah dan mimbar Rasulullah.




Walau backpacker kami tetap ada citytour dengan pertimbangan pergi bareng-bareng lebih murah dibanding harus sewa taksi.



1. Masjid Quba
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Mengunjungi Masjid Quba memiliki keutamaan yang luar biasa. Pahala bagi orang yang berkunjung dan shalat dua rakaat di masjid ini sama seperti pahala bagi orang yang umrah.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersuci dari rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala sebagaimana ganjaran umrah.” (HR Tirmidzi)

Masjid ini memiliki 56 kubah kecil berdiameter 6 meter. Pembangunan masjid ini terekam dalam Alquran surah At-Taubah ayat 108. Masjid Quba disebut dalam kitab suci AlQuran sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa.
‘’... Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.’’ (QS At Taubah: 108)


2. Jabal Uhud

Jabal Uhud ini merupakan bukit tempat terjadinya peperangan antara pasukan Muslim dengan kaum musyrikin Kota Mekkah. Peperangan ini dipimpin langsung oleh Baginda Rasulullah.


3. Jabal Magnet

agnet di Arab Saudi kian populer, terutama di kalangan jemaah haji atau umrah. Jabal Magnet terletak kira-kira 60 kilometer dari Kota Madinah.

Sepanjang perjalanan menuju kawasan Jabal Magnet dari kota Madinah, Anda akan melihat sejumlah perkebunan kurma dan hamparan bukit bebatuan.

Keanehan akan dialami oleh semua orang yang melewati jalanan menuju Jabal Magnet. Mobil atau kendaraan-kendaraan yang melewati area ini dapat berjalan sendiri ke arah berlawanan (mundur) bahkan sanggup mendaki tanjakan.

Tak hanya itu, jarum penunjuk kompas pun tidak bekerja sebagaimana mestinya di kawasan ini. Arah utara-selatan menjadi kacau. Bahkan, data di telepon seluler pun bisa tiba-tiba hilang di lokasi ini.

Konon, mobil yang dapat bergerak sendiri serta fenomena-fenomena aneh lain yang terjadi di area ini terjadi akibat daya dorong dan daya tarik magnet di berbagai bukit di sebelah kiri dan kanan jalan.


Hasya si babytraveler 







No comments:

Post a Comment