Tuesday, 24 May 2016

Kepulauan Derawan Surga Laut Kalimantan Timur

Kepulauan Derawan berada di Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur, dari Balikpapan masih 50 menit dengan pesawat dilanjut 2 jam perjalanan darat dan menyebrang lautan selama 20 menit. Jauh yaa ? Tapi percayalah apa yang dikatakan Rudi saya, Worth it !!!
Di sinilah saya pertama kali jatuh cinta dengan pantai dan laut, kalau sudah cinta gak akan takut lagi deh kulit jadi eksotis jika bermain di pantai dan laut. Dulu paling banter ke Pantai Pangandaran dengan pasir hitam dan deburan ombaknya yang menggelegar. Ketika pertama kali menginjakan kaki di Pulau Derawan saya sempat heran ko tidak ada ombak dan tenang sekali, bagian  yang paling menakjubkan adalah airnya yang jernih. Kala itu kalah deh bak mandi di rumah saya yang katanya air PDAM itu :)hehehe 

Sudah tidak terhitung berapa kali kami ke Pulau Derawan, dari yang berliburan dengan teman, keluarga, mengantar tamu dan teman.





Sunday, 15 May 2016

Biduk biduk surga tersembunyi di Kalimantan Timur

Kami mungkin adalah salah satu keluarga yang beruntung bertempat tinggal di salah satu titik 'surga tersembunyi' Indonesia. Awalnya bertempat tinggal di Berau merupakan salah satu episode hidup yang berat, terbiasa hidup di kota besar dengan segala fasilitas yang ada tiba-tiba harus menerima kenyataan harus tinggal di sebuah Kabupaten yang jauh dari 'gemerlapnya' kota.
Pernah dengar peribahasa "when life gives you lemon, make lemonade" nah itulah yg saya lakukan. Berdamai dengan diri, berdamai dengan lingkungan dan berusaha bahagia tanpa syarat.



Wednesday, 4 May 2016

Catatan Family Umroh Backpacker... Part 2

Alhamdulillah hari ini adalah saatnya kami menuju Jeddah dari Kuala Lumpur dengan menggunakan Saudi Airlines. Wowww backpacker ko pakai SA?  Bisa dong... Kebetulan kami mendapatkan tiket promo 7,8jt /orang dan untuk anak-anak hanya bayar 70% nya saja tidak full (asikkk kann?)

Setelah proses check in dan pemeriksaan bandara selesai. Kami harus menuju ruang tunggu,  saat saya menyerahkan paspor utk diperiksa ternyata boarding pass saya hilang dan Saya tidak boleh memasuki ruang tunggu padahal papap, Hanif dan Hasya sudab di dalam. Kebetulan saat itu Saya bersama Haura, akhirnya Haura bisa masuk dan Saya tertahan di luar. Lutut saya terasa lemas, keringat dingin mengingat 30menit saja pesawat sudah akan take off. Tapi alhamdulillah dengan bantuan Team Leader kami akhirnya boarding pass saya kembali di print dan saya bisa masuk ke dalam ruang tunggu.

Kali ini adalah ketiga kalinya 3H mengalami long haul flight, tantangan kali ini adalah Hasya yang sudah bisa jalan jadi saat di dalam pesawat beberapa kali Hasya maunya jalan menyusuri pesawat dan kadang beberapa penumpang gemas ingin menggendong Hasya.

Oiya beberapa kali saya dengar cerita kalau orang 'Arab' suka sekali dengan anak kecil, dan ternyata benar banget. Selain penumpang yang selalu gemas sambil mengucap "MasyaAllah" mengelus kepala Hasya, pramugari dan pilot sampai menggendong dan mencium Hasya. Sejujurnya saya tidak terlalu suka jika ada yang mencium Hasya, tapi kadang Hasya ini terlampau ramah dengan orang, anaknya murah senyum dan mauan :( #hadeuhhhhhhh



Hasya bermain di Bandara Jeddah saat menunggu bagasi 
Sampai Madina dini hari langsung shalat ke masjid Nabawi