Wednesday, 17 February 2016

Petualangan Seru Menyusuri Kalimantan Timur - East Borneo Adventure... part 1

Awalnya gara-gara mendengar cerita dari beberapa teman yang sudah melakukan perjalanan darat ke Samarinda dan Balikpapan. Konon jalanan Berau - Samarinda sudah layak untuk dilewati apalagi mengingat mobil kami yang pendek bukan type mobil tinggi dan offroad. Kebetulan di bulan Desember ada libur hari raya Natal akhirnya diputuskanlah kami untuk berliburan ke Samarinda dan Balikpapan memalui darat. 


Untuk mencapai Balikpapan dari Tanjung Redeb Berau harus melewati beberapa kota diantaranya Wahau - Sangatta - Bontang - Samarinda - Balikpapan. Dulu perjalanan dapat memakan waktu 24 jam bahkan berhari-hari karena jalanan masih berupa tanah dan jika da jalanan yang rusak dam amblas tidak sedikit kendaraan harus menginap beberapa hari. Alhamdulillah kondisi jalan saat ini sudah sangat membaik dengan aspal dan cor beton hanya ada beberapa titik yang agak parah lubang di jalanannya. 


Kami pergi pada pukul 03.30 pagi dan kebetulan mengajak salah satu sahabat agar dapat bergantian menyetir mobil sepanjang perjalanan. Di bagian belakang mobil kami menggelar kasur tipis Haura dan Hanif kami angkut saat masih tidur dan memang tertidur pulas di belakang sedangkan Hasya tertidur pulas di carseatnya. Pemberhentian pertama kami di salah satu masjid di daerah sebelum Wahau untuk melaksanakan shalat shubuh. Setiap 2-3 jam sekali bergantian menyetir mobil untuk menjaga badan tetap fit ... please safety first !!
Untuk menghemat waktu perjalanan maka saya pun mempersiapkan makanan sebagai bekal sepanjang perjalanan agar tidak banyak berhenti. Karena target kami maksimal 15 jam sudah sampai Balikpapan. Setelah shalat shubuh pemberhentian kedua kami adalah Sangatta untuk mengisi bensin. Sangatta itu kotanya memanjang dan sepertinya masih lebih rame Tanjung Redeb walaupun di Sangatta ada plaza kecil dan KFC :)hahahaha


Untuk anak-anak ini bukan pertama kalinya mereka melakukan perjalanan jauh melalui darat lebih dari 10 jam. Saat arus mudik 2014 kami pernah melakukan perjalanan darat Jogja - Jakarta 27 jam T____T karena macet yang luar biasa di jalur pantura, saat itu Hasya masih dalam kandungan berumur 4 bulan. Kalau untuk Hasya perjalanan darat paling lama antara Switzerlad - Paris 10 jam dengan menggunakan bis. 


Setelah Sangatta akan melewati Bontang tapi kami tidak masuk ke kotanya hanya melewati saja dan jangan lupa mampir di Tahu Sumedang sebelum masuk kota Samarinda, makanannya khas Sunda sekalian melepas rindu makanan priangan. hehehe
Setelah 11 jam perjalanan dan HauHan mulai merengek akhirnya kami putuskan untuk menginap dulu di Samarinda dan kebetulan kami belum pernah ke Samarinda kalau saya pernah 3x itupun dalam rangka acara AIMI Kaltim untuk memberikan materi pada kelas edukasi dan peresmian AIMI Kaltim. 

Kami berputar-putar kota Samarinda untuk melihat suasana kotanya akhirnya pilihan kami menginap di Hotel Raja dengan budget Rp. 385.000,- per malam (ini sudah kamar yang paling murah). Oiya harga hotel di Samarinda lebih mahal dibanding Balikpapan dan kebetulan kami bukan orang yang harus menginap di hotel dengan standar tertentu (misalnya bintang lima) asalkan aman dan nyaman untuk anak-anak kami ok saja , maklum jiwa backpacker..hahahahaha 

Setelah beristirahat sebentar, anak-anak menagih ingin jalan-jalan di mall (maklum lah di Berau tidak ada mall). Kami menuju Big Mall katanya sih salah satu mall baru dan terbesar di Samarinda. Seperti biasa kami selalu memanfaatkan waktu sampai mall tutup (ndesoooo) , mumpung di kota 


mall tutup
Untuk makan malam kami hanya makan di mall padahal tadinya mau mencari makanan khas Samarinda tapi bingung juga cari kemana walaupun sudah cari di google. Kami putuskan untuk segera pulang ke hotel dan beristirahat karena hasil dari googling spertinya keesokan hari kami akan ke Kukar dulu sebelum pergi ke Balikpapan. 




pemadangan pagi Samarinda


No comments:

Post a Comment